Melancholic Society: Di Antara Lapangan dan Dunia yang Glamor
15 Juli 2026 — Sebuah statement kultural terbaru hadir melalui rilisan bertajuk Melancholic Society, yang menghadirkan dua kaos dan satu fashion magazine, menghubungkan emosi serta sejarah antara kultur sepak bola dan estetika kemewahan.
“Di antara lapangan dan dunia yang glamor, kita telah hidup di antaranya sejak lama.” Kalimat ini merangkum esensi dari rilisan ini ,sebuah eksplorasi identitas yang terbentuk dari kebutuhan bertahan hidup, ekspresi diri, hingga perkembangan budaya. Apa yang dulunya lahir dari kebutuhan, kini menjadi simbol keterikatan yang tak terpisahkan oleh waktu.
Akar dari narasi ini dapat ditelusuri ke tribun stadion di Inggris pada akhir 1970-an hingga 1980-an. Pada masa tersebut, subkultur “casual” mulai berkembang dan mengubah cara suporter sepak bola berpenampilan. Alih-alih mengenakan atribut klub yang mudah dikenali aparat, para fans justru menggunakan brand luxury Eropa seperti Stone Island, CP Company, dan Burberry. Perubahan ini bukan sekadar gaya, melainkan strategi,untuk mengelabui polisi dan bergerak bebas tanpa terdeteksi.
Seiring waktu, strategi tersebut berkembang menjadi sebuah gerakan budaya yang kuat. Para “casuals” menjadi identitas baru dalam kultur terrace stadion,di mana kecintaan terhadap sepak bola bertemu dengan gaya berpakaian yang tajam dan penuh kesadaran. Luxury tidak lagi eksklusif, melainkan menjadi milik bersama. Begitu pula sepak bola, yang melampaui sekadar permainan dan menjadi simbol identitas, solidaritas, serta kebanggaan budaya.
Melancholic Society menangkap persimpangan dua dunia ini. Ia merepresentasikan generasi yang berjalan berdampingan,di mana luxury adalah milik semua orang, dan sepak bola juga milik semua orang. Koleksi ini bukan hanya soal produk, melainkan tentang cerita, memori, dan kelanjutan dari kultur yang dibangun secara historis dari masa ke masa.
Rilisan ini menjadi bentuk penghormatan bagi mereka yang membentuk kultur terrace, sekaligus bagi generasi yang terus melanjutkan, memiliki, dan membesarkannya dalam konteks modern.
-
" Melancholic Society " | Pitch Prada Asia and Bove Club Social
Article produced by Pitch Prada Asia.
Melancholic Society: Between the Pitch and a Glamorous World
Between the Pitch and a glamorous world. We’re living in between for a long time. Either it was for surviving, or any other cultural things. It’s unbreakable since it was built very historical from time to time. Luxury? belongs to everyone. Football? belongs to everyone as well. We’re walking side by side 'cause we own and raised it.